Table of Contents
Seminar Nasional Technopex 2025
Tangerang Selatan, 16 Oktober 2025 — Pusat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (PRPM) Institut Teknologi Indonesia (ITI) kembali menyelenggarakan Seminar Nasional Technopex 2025, sebuah agenda tahunan yang menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ITI ke-41. Tahun ini, Technopex mengusung tema besar “Potensi dan Tantangan Energi Terbarukan untuk Pertumbuhan Ekonomi Hijau” yang sejalan dengan semangat global menuju transisi energi berkelanjutan dan ekonomi rendah karbon.
Wadah Inovasi dan Kolaborasi Akademik
Technopex 2025 menjadi ajang strategis bagi akademisi, peneliti, praktisi industri, dan lembaga pemerintah untuk berbagi pengetahuan, hasil riset, serta inovasi terkini di bidang energi baru dan terbarukan (EBT). Selain seminar utama, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Seminar Mahasiswa ITI, sebagai bentuk komitmen kampus dalam menumbuhkan budaya riset dan inovasi sejak dini di lingkungan akademik.
Dalam sambutannya, Ketua PRPM ITI, Prof. Dr. Ir. Ratnawati, M.Eng.Sc., IPM, menyampaikan apresiasi kepada Rektor ITI, Prof. Dr. Ir. Syopiansyah Jaya Putra, M.Sis., IPU., ASEAN Eng., beserta jajaran pimpinan yang terus memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan riset nasional. “Technopex menjadi bukti nyata kontribusi ITI dalam mendorong pengabdian masyarakat dan penelitian yang relevan dengan kebutuhan bangsa,” ujarnya.
Fokus riset ITI selaras dengan Rencana Induk Penelitian (RIP) ITI 2021–2025, mencakup bidang Energi Baru dan Terbarukan, Infrastruktur dan Permukiman, serta Material dan Manufaktur. Melalui fokus tersebut, ITI menegaskan perannya dalam mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam sektor energi dan lingkungan.
Empat Narasumber Nasional dengan Topik Inspiratif
Tahun ini, Technopex 2025 menghadirkan empat pembicara utama (keynote speakers) yang mewakili sinergi antara pemerintah, akademisi, dan industri. Mereka adalah:
- Prof. Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi, B.Eng., M.Eng., IPU, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, dengan topik “Energi Terbarukan Menjawab Ekonomi Hijau.”
- Dr. Ir. Muhammad Ahsin Sidqi, M.M., IPU., ASEAN Eng., Wakil Rektor IV Institut Teknologi PLN dan Komisaris Utama PT Adhiguna Putera, membawakan materi “Peran PLN Group dalam Akselerasi Energi Baru Terbarukan Menuju NZE 2060.”
- Prof. Dr. Ir. Slamet, M.T., Guru Besar Departemen Teknik Kimia Universitas Indonesia, dengan topik “Riset Produksi Hidrogen Melalui Teknologi Fotokatalisis Terkombinasi.”
- Prof. Dr. Ir. Joelianingsih, M.T., IPM, Guru Besar Teknik Kimia ITI, membahas “Pemanfaatan Biomassa sebagai Sumber Energi Terbarukan di Indonesia.”

Kehadiran para pakar ini memperkaya wawasan peserta terhadap inovasi energi hijau dan strategi transisi menuju ekonomi berkelanjutan di Indonesia.
Partisipasi 43 Institusi dan 340 Makalah Ilmiah
Antusiasme peserta Technopex 2025 sangat tinggi. Tahun ini tercatat 340 makalah ilmiah dipresentasikan, terdiri atas 327 penelitian dan 13 pengabdian masyarakat. Acara ini diikuti oleh 43 institusi pendidikan dan lembaga riset dari seluruh Indonesia, antara lain:
- 16 Perguruan Tinggi Negeri, seperti Universitas Indonesia, ITS, Universitas Negeri Malang, UPN Veteran Jawa Timur, Universitas Riau, dan Universitas Sebelas Maret.
- 20 Perguruan Tinggi Swasta, termasuk IT PLN, Universitas Islam Indonesia, Universitas Ahmad Dahlan Lampung, Universitas Esa Unggul, dan Politeknik Caltex Riau.
- 7 Lembaga dan Instansi Pemerintah/Industri, seperti BRIN, PT PLN Rembang, PT Pertamina, PT Wilmar, PT Cheil, PT Emka, serta Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Banggai.
Kolaborasi lintas lembaga ini memperkuat posisi Technopex sebagai forum riset nasional yang tidak hanya dimiliki ITI, tetapi juga menjadi ruang sinergi bersama dalam pengembangan teknologi terapan untuk masa depan berkelanjutan.
Dukungan Sponsor dan Mitra Strategis
Penyelenggaraan Seminar Nasional Technopex 2025 turut mendapatkan dukungan dari berbagai sponsor industri dan mitra akademik. Sponsor utama antara lain PT Pilar Reka Cipta, PT Pertamina Hulu Energi, PT Sentrum Sarana Industri, dan PT Phitagoras. Dukungan akademik juga datang dari Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN).
Keterlibatan mitra strategis ini menjadi bukti kuat bahwa kolaborasi antara kampus dan industri sangat penting dalam mempercepat riset yang berdampak langsung pada masyarakat dan pembangunan nasional.
Harapan untuk Masa Depan Energi Hijau
Menutup acara, Prof. Ratnawati menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh narasumber, sponsor, dan panitia atas keberhasilan pelaksanaan seminar. Ia berharap kegiatan ini terus menjadi wadah ilmiah yang produktif dan berkelanjutan.
“Semoga Technopex 2025 menjadi inspirasi dalam pengembangan inovasi teknologi hijau di Indonesia, serta memperkuat jejaring riset dan kerja sama antarperguruan tinggi dan industri di masa depan,” ujarnya.
Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan keberlanjutan, ITI berkomitmen menjadi pusat unggulan riset teknologi terapan yang mendukung pembangunan energi bersih dan ekonomi hijau untuk generasi mendatang.



















