ITI dan National United University Taiwan Perkuat Kerja Sama Pendidikan melalui Double Degree, Beasiswa, dan Mandarin Learning
Tangerang Selatan (Senin, 10/08/2026) – Institut Teknologi Indonesia (ITI) memperkuat kerja sama pendidikan internasional dengan National United University (NUU), Taiwan, melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Ruang Rapat Besar Gedung Bakrie, Kampus ITI, Tangerang Selatan. Kerja sama ini membuka peluang pengembangan Double Degree, beasiswa studi lanjut, serta Mandarin Learning dan sertifikasi Bahasa Mandarin bagi mahasiswa dan lulusan ITI.

Pertemuan tersebut menjadi titik temu bagi dua perguruan tinggi dari Indonesia dan Taiwan yang memiliki semangat yang sama untuk memperluas akses pendidikan dan pengalaman akademik internasional bagi generasi muda. Delegasi National United University dipimpin oleh Ti-Kuang Hou, Ph.D., President NUU, bersama Yung-Sheng Lin, Dean of Academic Affairs, Chia-Heng Cheng, Chief of International Affairs, dan Yi-Pei Cheng sebagai accompanying staff.
Penandatanganan MoU ITI dan NUU tidak sekadar menjadi seremoni kelembagaan. Di balik dokumen kerja sama tersebut terdapat pembahasan mengenai berbagai peluang yang dapat dikembangkan untuk memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa, lulusan, dosen, dan kedua institusi, khususnya melalui program pendidikan lintas negara.
Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari komunikasi dan penjajakan antara ITI dan NUU yang telah dilakukan secara daring pada 30 Juli 2026. Dalam pertemuan tersebut, kedua perguruan tinggi mulai memetakan sejumlah bidang kolaborasi yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi program konkret dan berkelanjutan.
Salah satu agenda utama adalah pengembangan Double Degree Program. National United University menyatakan keterbukaannya untuk membangun program Double Degree bersama ITI. Tahapan selanjutnya akan diarahkan pada pembahasan dan penyelarasan kurikulum agar program yang dikembangkan memiliki kesesuaian akademik serta memberikan pengalaman belajar lintas negara bagi mahasiswa.
Melalui program tersebut, mahasiswa berpotensi memperoleh pengalaman akademik di dua lingkungan pendidikan tinggi yang berbeda. Selain memperkaya perspektif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pengalaman belajar lintas negara juga dapat menjadi bekal untuk menghadapi dunia kerja yang semakin terhubung secara global.

Peluang kerja sama berikutnya hadir melalui Scholarship Program yang ditawarkan National United University. Program beasiswa tersebut terbuka bagi lulusan ITI yang memiliki rencana melanjutkan pendidikan ke jenjang magister di Taiwan, dengan mengikuti persyaratan dan ketentuan yang ditetapkan oleh NUU.
Bagi lulusan ITI, peluang ini dapat menjadi salah satu jalur untuk melanjutkan pengembangan kompetensi akademik dan profesional dalam lingkungan pendidikan internasional. Sementara bagi NUU, kerja sama tersebut membuka ruang untuk memperluas jejaring akademik dan menjangkau calon mahasiswa potensial dari Indonesia.
Selain Double Degree dan beasiswa, ITI dan NUU juga membahas pengembangan Mandarin Learning dan Mandarin Language Certification Program. Melalui program ini, NUU akan memperkenalkan pelatihan sekaligus sertifikasi Bahasa Mandarin bagi mahasiswa maupun lulusan ITI yang memiliki ketertarikan untuk melanjutkan studi atau mengembangkan pengalaman akademik di Taiwan.
Program Mandarin Learning tersebut tidak hanya dipandang sebagai pembelajaran bahasa, tetapi juga sebagai bagian dari kesiapan mahasiswa menghadapi lingkungan akademik dan sosial yang berbeda. Kemampuan berbahasa Mandarin diharapkan dapat membantu mahasiswa membangun komunikasi dan beradaptasi ketika memperoleh kesempatan belajar di Taiwan.
Kehadiran National United University di ITI juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas. NUU merupakan universitas negeri yang berlokasi di Miaoli, Taiwan, dengan enam fakultas, yaitu Engineering and Science, Electrical Engineering and Computer Science, Management, Design, Humanities and Social Sciences, serta Hakka Studies. Keragaman bidang tersebut memberikan ruang bagi ITI dan NUU untuk mengeksplorasi berbagai bentuk kerja sama akademik sesuai dengan kebutuhan dan kompetensi masing-masing institusi.
Bagi ITI, kerja sama internasional tidak berhenti pada perluasan jejaring kelembagaan. Hal yang lebih penting adalah bagaimana hubungan tersebut dapat diterjemahkan menjadi dampak dan peluang nyata bagi sivitas akademika. Mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengenal lingkungan akademik internasional, lulusan memiliki alternatif studi lanjut, program studi dapat membuka ruang pengembangan akademik bersama, sementara kedua institusi dapat saling bertukar pengetahuan dan pengalaman.
Karena itu, penandatanganan MoU ITI dan NUU menjadi langkah awal menuju implementasi kerja sama yang lebih konkret. Setelah kesepahaman kelembagaan terbangun, kedua perguruan tinggi diharapkan dapat melanjutkan pembahasan mengenai skema Double Degree, mekanisme beasiswa, serta pelaksanaan Mandarin Learning dan sertifikasi Bahasa Mandarin.
Bagi mahasiswa ITI yang memiliki cita-cita melanjutkan pendidikan ke luar negeri, kerja sama ini membuka kemungkinan baru. Taiwan dapat menjadi bagian dari perjalanan akademik mereka, bukan hanya sebagai tujuan studi, tetapi juga sebagai ruang untuk memperluas wawasan, membangun jejaring internasional, dan mengembangkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Di sisi lain, NUU memperoleh kesempatan untuk memperkuat hubungan akademiknya dengan perguruan tinggi di Indonesia. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menciptakan hubungan yang saling menguntungkan melalui pertukaran pengetahuan, pengembangan program akademik, serta perluasan jejaring mahasiswa dan dosen.
Penandatanganan MoU mungkin hanya berlangsung dalam beberapa menit. Namun, di balik prosesi tersebut terdapat kemungkinan perjalanan yang jauh lebih panjang bagi mahasiswa dan lulusan yang kelak memanfaatkan peluang kerja sama ini. Dari ruang kelas di Tangerang Selatan menuju ruang akademik di Taiwan, dari pembelajaran bahasa menuju pengalaman internasional, dan dari kerja sama kelembagaan menuju pengembangan kompetensi generasi muda.
Dengan demikian, kerja sama ITI dan National United University bukan sekadar tentang dua institusi yang menandatangani sebuah dokumen. Lebih dari itu, kerja sama ini diharapkan menjadi jembatan yang mempertemukan pendidikan, teknologi, bahasa, pengalaman internasional, dan peluang masa depan.
ITI dan NUU telah mempertemukan dua institusi. Selanjutnya, kerja sama ini diharapkan mempertemukan lebih banyak mahasiswa, pengetahuan, pengalaman, dan peluang untuk tumbuh bersama dalam ekosistem pendidikan internasional.
#DiktisaintekBerdampak #InstitutTeknologiIndonesia #NationalUnitedUniversity #DoubleDegree #KerjaSamaInternasional
https://dikti.kemdiktisaintek.go.id/?lang=id
https://lldikti3.kemdiktisaintek.go.id/humas/
Informasi Kuliah di ITI : http://pmb.iti.ac.id

















