Institut Teknologi Indonesia (ITI) bersama Persatuan Insinyur Indonesia (PII) melalui Badan Keahlian Teknik Industri menggelar Seminar Produktivitas pada Rabu, 27 Agustus 2025, pukul 14.00 WIB di Kampus ITI.
Acara bertema “Meningkatkan Efisiensi Produk Manufaktur dan Mencapai Tujuan Keberlanjutan Perhitungan Emisi Karbon” ini juga menjadi momentum penandatanganan MoU strategis dengan PT Monitor ERP System dan Koperasi Industri Insinyur Indonesia untuk mempercepat digitalisasi industri manufaktur melalui penerapan Enterprise Resource Planning (ERP).
Table of Contents
Sambutan Tokoh Teknik Industri Indonesia
Acara sambutan dimulai dengan sambutan Ir. Wiza Hidayat, ST., GP., IPU., ASEAN Eng., Ketua Badan Keahlian Teknik Industri PII, yang menegaskan pentingnya kolaborasi antara pendidikan tinggi, asosiasi profesi, dan industri dalam meningkatkan produktivitas manufaktur di era transformasi digital.
Dilanjutkan dengan sambutan Prof. Dr. Ir. Syopiansyah Jaya Putra, M.Sis., IPU., ASEAN Eng., Rektor ITI, yang menyampaikan komitmen ITI untuk melahirkan insinyur unggul yang menguasai teknologi ERP dan berperan aktif dalam mendukung industri berkelanjutan. “Kami ingin menghadirkan lulusan yang mampu mengintegrasikan efisiensi produksi dengan kepedulian terhadap lingkungan,” tegasnya.
Sambutan ketiga disampaikan Ir. Faizal Safa, M.Sc., IPU., ASEAN Eng., Deputi Ketua Umum Bidang Industri I PII, yang menegaskan perlunya manufaktur Indonesia memenuhi standar global, termasuk target pengurangan emisi karbon, agar lebih kompetitif di pasar internasional.
Penandatanganan MoU Kolaborasi Digitalisasi Industri
Rangkaian acara berlanjut dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bertema “Collaboration in Enterprise Resource Planning Implementation and Industrial Digitalization 2025”.
MoU ini ditandatangani oleh:
-
PT Monitor ERP System
-
Badan Keahlian Teknik Industri – Persatuan Insinyur Indonesia
-
Koperasi Industri Insinyur Indonesia
-
Institut Teknologi Indonesia (ITI)
Kerja sama ini bertujuan mempercepat penerapan ERP di sektor manufaktur Indonesia, mendukung program pelatihan insinyur, dan mengembangkan riset terapan untuk menciptakan ekosistem industri yang efisien sekaligus berkelanjutan.
Seminar Produktivitas: Efisiensi dan Keberlanjutan Industri
Setelah penandatanganan MoU, acara dilanjutkan dengan sesi seminar utama menghadirkan Lingeswaran Nathan, Direktur PT Monitor ERP Indonesia, sebagai narasumber.
Materi dan Manfaat ERP Modern
Dalam materi berjudul “Meningkatkan Efisiensi Produk Manufaktur dan Mencapai Tujuan Keberlanjutan Perhitungan Emisi Karbon,” Nathan memaparkan bahwa penerapan ERP modern mampu:
-
mengintegrasikan proses produksi,
-
mengurangi pemborosan sumber daya,
-
meningkatkan transparansi data, dan
-
memungkinkan perhitungan emisi karbon secara akurat.
“ERP bukan hanya otomasi, tetapi juga pondasi untuk membangun data yang valid agar industri mampu memenuhi target efisiensi sekaligus keberlanjutan,” jelas Nathan.
Moderator dan Diskusi Interaktif
Sesi ini dipandu oleh Gimin, S.T., M.Kom., PJS Kepala Pusat Inovasi dan Inkubasi Bisnis (PI2B) ITI, yang memfasilitasi diskusi interaktif antara narasumber dan peserta. Peserta seminar terdiri dari dosen, mahasiswa, pelaku industri, dan anggota PII yang antusias mendalami strategi digitalisasi industri dan peluang integrasi keberlanjutan lingkungan dalam rantai produksi.
Komitmen ITI dan PII untuk Masa Depan Industri
Kerja sama ITI, PII, dan PT Monitor ERP System diharapkan mampu melahirkan ekosistem industri manufaktur yang lebih efisien, terintegrasi, dan siap bersaing di tingkat global. Selain itu, kolaborasi ini mendukung komitmen Indonesia untuk mengurangi emisi karbon melalui penerapan teknologi industri cerdas.
“Dengan sinergi ini, kami ingin mempersiapkan insinyur masa depan yang tidak hanya menguasai teknologi manufaktur, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap isu keberlanjutan,” tutup Rektor ITI

