Sarjana 1 Desa di Provinsi Banten adalah bagian dari Program Sarjana Penggerak Desa yang diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi Banten. Program ini bertujuan untuk memberdayakan desa melalui peningkatan sumber daya manusia dengan mewajibkan setiap desa di Banten mencetak minimal satu sarjana atau lulusan perguruan tinggi yang akan menjadi motor penggerak kemajuan di desa tersebut.
Berikut poin-poin utama terkait program ini [Reference]:
- Bantuan Keuangan Rp 100 juta per desa: Pemerintah Provinsi Banten memberikan dana bantuan kepada setiap desa sebesar Rp 100 juta. Dari dana ini, minimal satu sarjana dari desa tersebut dibiayai melalui Program Sarjana Penggerak Desa (SPD).
- Beasiswa Sarjana Penggerak Desa: Sarjana yang dibina akan menerima bantuan biaya sekitar Rp 20 juta, terdiri dari Rp 8 juta untuk biaya pendidikan dan Rp 12 juta untuk biaya hidup. Penerima beasiswa umumnya adalah anak desa dari keluarga kurang mampu dengan kemauan kuat melanjutkan ke perguruan tinggi.
- Implementasi dan Peluncuran: Program ini resmi diluncurkan pada pertengahan 2025 oleh Gubernur Banten Andra Soni di Kabupaten Lebak, dan menjadi bagian dari strategi pembangunan daerah dan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten.
- Kualifikasi dan Dukungan: Program fokus pada anak desa yang berprestasi dari keluarga tidak mampu. Pemerintah desa didorong menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi untuk mendukung keberlanjutan program dan peningkatan kualitas SDM desa.
Secara singkat, Program Sarjana 1 Desa di Provinsi Banten adalah inisiatif pemerintah daerah yang menyediakan beasiswa dan dukungan untuk menghasilkan satu sarjana yang berasal dari dan untuk menggerakkan kemajuan desa secara berkelanjutan.
Table of Contents
Peran ITI dalam Sarjana Penggerak Desa
Institut Teknologi Indonesia (ITI) yang berlokasi di Banten secara aktif terlibat dalam Program Sarjana Penggerak Desa yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Banten. Kolaborasi strategis antara ITI dan Pemprov Banten dilakukan untuk mendukung program ini, khususnya melalui penguatan bidang pendidikan dan teknologi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan desa.
Gubernur Banten, Andra Soni, menyampaikan bahwa ITI memiliki program studi unggulan yang sangat sesuai dengan kebutuhan pengembangan desa, seperti teknologi industri pertanian, pengolahan pangan, smart farming, smart greenhouse, dan agribisnis farming system. ITI juga berperan sebagai sumber inovasi dan mentorship, mendukung lulusan sarjana yang ditempatkan di desa sebagai agen perubahan yang membawa teknologi dan pengetahuan untuk mendorong kemajuan desa.
Rektor ITI, Prof. Syopiansyah Putra Jaya, menegaskan bahwa kerjasama ini memperkuat hubungan yang sudah lama terjalin antara ITI dan Pemprov Banten. Melalui program ini, ITI tidak hanya menyediakan SDM unggul tetapi juga teknologi terapan yang bisa diimplementasikan di desa-desa seperti pertanian terpadu, sehingga mempercepat pembangunan inklusif dan berkelanjutan di wilayah pedesaan Banten.
Singkatnya, ITI berperan penting dalam mengembangkan Program Sarjana Penggerak Desa dengan menyediakan pendidikan yang relevan, teknologi modern, dan dukungan inovasi untuk menggerakkan kemajuan desa secara nyata di Provinsi Banten.
Apa Tujuan Utama Program Sarjana Penggerak Desa di Banten
Tujuan utama Program Sarjana Penggerak Desa di Provinsi Banten adalah untuk membangun desa berbasis sumber daya manusia dengan menghasilkan minimal satu sarjana dari setiap desa yang akan menjadi motor penggerak kemajuan di desa tersebut. Program ini bertujuan secara khusus untuk:
- Meningkatkan kualitas SDM desa melalui akses pendidikan tinggi bagi anak-anak desa, terutama dari keluarga kurang mampu.
- Mendorong pemerataan ekonomi dari desa, dengan membangun potensi desa dari bawah untuk mengentaskan kemiskinan.
- Mencetak sarjana yang sesuai dengan potensi desa (seperti pertanian, perikanan, peternakan) yang dapat kembali ke desa dan mengembangkan potensi lokal.
- Memberdayakan masyarakat desa secara nyata dengan pengelolaan dana bantuan keuangan yang akuntabel dan tepat sasaran.
- Menjadi agen perubahan yang mampu menggerakkan kemajuan sosial dan ekonomi desa secara berkelanjutan.
Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan bahwa program ini adalah bagian dari strategi pembangunan daerah yang bertumpu pada pembangunan dari desa untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.
Peran Program Sarjana Penggerak Desa dalam Mengurangi Ketimpangan Pembangunan Antar Desa di Banten
Program Sarjana Penggerak Desa bertujuan utama mengurangi ketimpangan pembangunan antar desa di Banten melalui sejumlah mekanisme dan strategi berbasis sumber daya manusia. Berikut penjelasannya:
- Pemerataan Akses Pendidikan Tinggi
- Setiap desa diberikan kesempatan untuk memberangkatkan minimal satu warganya menjadi sarjana.
- Beasiswa dan bantuan keuangan diberikan secara merata ke seluruh desa, terutama desa-desa tertinggal dan dengan akses pendidikan terbatas.
- Anak-anak dari keluarga kurang mampu di desa didorong untuk melanjutkan pendidikan tinggi, sehingga tidak ada desa yang tertinggal dalam pengembangan SDM.
- Peningkatan Kapasitas dan Kemandirian Desa
- Sarjana yang kembali ke desa menjadi agent of change, mendorong inovasi dan pemberdayaan ekonomi lokal.
- Setiap desa dibekali tenaga terampil yang dapat meningkatkan tata kelola desa, merancang program kewirausahaan, dan mendampingi sektor unggulan desa seperti pertanian, perikanan, atau UMKM.
- Intervensi Terarah pada Desa Tertinggal
- Program didesain agar desa terluar dan tertinggal mendapatkan perhatian khusus melalui alokasi beasiswa dan pelatihan.
- Dengan hadirnya lulusan sarjana di seluruh desa, disparitas akses informasi, keterampilan, dan jejaring antar desa dapat ditekan.
- Efisiensi Penggunaan Dana Desa
- Bantuan keuangan yang diberikan melalui program ini diarahkan untuk menghasilkan output nyata berupa sarjana yang langsung berdampak pada pembangunan desa.
- Dengan sarjana sebagai pengelola, dana desa lebih potensial digunakan secara tepat, transparan, dan produktif.
- Mendorong Ekosistem Inovasi
- Sarjana berperan menghubungkan desa dengan perguruan tinggi, teknologi, dan jaringan kemitraan eksternal sehingga desa tertinggal pun mendapatkan akses pada inovasi terbaru.
- Setiap desa diberdayakan sesuai potensi, memperkecil kesenjangan ekonomi dan sosial antar wilayah.
Dengan strategi pemerataan beasiswa, peningkatan kapasitas SDM desa, efisiensi pengelolaan dana, dan dukungan inovasi berbasis potensi lokal, Program Sarjana Penggerak Desa di Banten secara konkret membantu memperkecil jurang ketimpangan pembangunan antar desa. Setiap desa diberikan peluang yang sama untuk maju dan berkembang melalui kehadiran sarjana yang menjadi motor penggerak kemajuan masyarakat lokal.
–
Bagi calon mahasiswa berasal dari provinsi Banten yang sudah terdaftar di pmb.iti.ac.id dan mengambil jalur KIP untuk dapat berkoordinasi dengan pihak desa/kelurahan setempat untuk pengecekan kuota ketersediaan beasiswa.

