Kejuaraan Bola Basket Tingkat SLTA se-Provinsi Banten 2026, Ketika Lapangan Basket Menjadi Gerbang Menuju Masa Depan di Institut Teknologi Indonesia
Tangerang Selatan, (Sabtu, 01/08/2026) – Semangat kompetisi begitu terasa di Kampus Institut Teknologi Indonesia (ITI) saat ratusan pelajar dari berbagai SMA, SMK, dan MA di Provinsi Banten berkumpul mengikuti Kejuaraan Bola Basket Tingkat SLTA se-Provinsi Banten Tahun 2026. Sorak sorai para pendukung berpadu dengan penampilan energik Stingers Cheerleading SMAN 6 Kota Tangerang Selatan, menciptakan suasana pembukaan yang meriah sekaligus menginspirasi.
Namun, lebih dari sekadar pertandingan olahraga, kejuaraan yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Institut Teknologi Indonesia (IA-ITI) bersama PERBASI Kota Tangerang Selatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, serta Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Banten ini menjadi ruang pertemuan antara semangat sportivitas, pendidikan, dan harapan masa depan generasi muda.
Bagi Institut Teknologi Indonesia, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen menghadirkan pendidikan tinggi yang dekat dengan generasi muda. Melalui olahraga, ITI ingin menunjukkan bahwa kampus bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang untuk membangun karakter, kepemimpinan, kreativitas, kolaborasi, dan inovasi.
Komitmen tersebut mendapat dukungan dari Wakil Wali Kota Tangerang Selatan sekaligus alumni ITI, H. Ir. Pilar Saga Ichsan, S.T., M.Ars. Menurutnya, kejuaraan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keberadaan Institut Teknologi Indonesia sebagai salah satu perguruan tinggi teknik unggulan di Tangerang Selatan.
Pilar menilai program studi di ITI sangat relevan dengan kebutuhan masa depan, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan transformasi industri. Selain kualitas akademik, ia juga menyoroti lingkungan kampus yang hijau, nyaman, serta didukung fasilitas pembelajaran dan tenaga pendidik yang berkualitas. Ia berharap kejuaraan ini menjadi momentum bagi para pelajar untuk mengenal lebih dekat ITI dan menjadikannya sebagai pilihan melanjutkan pendidikan tinggi.
Pandangan serupa disampaikan Anggota DPRD Provinsi Banten, Andi Cut Muthia. Menurutnya, olahraga merupakan media pembentukan karakter karena mengajarkan kedisiplinan, sportivitas, tanggung jawab, dan kerja sama. Setiap pertandingan menjadi ruang belajar untuk menghargai kemenangan tanpa kesombongan dan menerima kekalahan dengan lapang dada.
Ia juga menilai kejuaraan yang mempertemukan pelajar dari berbagai daerah di Provinsi Banten ini mampu memperkuat persatuan, toleransi, dan semangat kebangsaan melalui kompetisi yang sehat.
Sementara itu, Rektor Institut Teknologi Indonesia, Prof. Dr. Ir. Syopiansyah Jaya Putra, M.Sis., IPU., ASEAN Eng., menegaskan bahwa penyelenggaraan kejuaraan ini merupakan bagian dari komitmen ITI dalam membangun kedekatan dengan generasi muda melalui aktivitas yang relevan dengan minat mereka.
Menurutnya, perguruan tinggi saat ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga harus menjadi ruang yang menginspirasi lahirnya talenta-talenta unggul. Karena itu, melalui kejuaraan ini, ITI ingin memperkenalkan lingkungan kampus yang mendukung pengembangan akademik, karakter, kepemimpinan, dan kreativitas mahasiswa secara seimbang.
“Kejuaraan ini bukan hanya tentang olahraga, tetapi tentang menghadirkan pengalaman bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat Institut Teknologi Indonesia. Kami ingin mereka merasakan atmosfer kampus, melihat fasilitas pembelajaran, bertemu dengan sivitas akademika, dan memahami bahwa ITI adalah tempat lahirnya inovasi, karakter, dan masa depan,” ujar Prof. Syopiansyah.
Ia menambahkan, sebagai perguruan tinggi yang didirikan atas gagasan besar Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie, ITI terus berkomitmen menghasilkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, mampu berkolaborasi, berpikir kritis, serta menghadirkan solusi bagi kebutuhan industri dan masyarakat. Kehadiran para pelajar dalam kejuaraan ini diharapkan menjadi awal bagi mereka untuk mengenal kualitas pendidikan, budaya akademik, dan ekosistem pembelajaran yang dimiliki ITI.
Prof. Syopiansyah juga mengapresiasi peran aktif Ikatan Alumni ITI dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara kampus, alumni, pemerintah, dunia pendidikan, dan industri merupakan fondasi penting dalam membangun perguruan tinggi yang adaptif dan berdampak. Jejaring alumni yang telah berkiprah di berbagai sektor menjadi kekuatan strategis untuk memperluas kolaborasi, meningkatkan kualitas pendidikan, serta membuka lebih banyak peluang bagi mahasiswa.
Melalui Kejuaraan Bola Basket Tingkat SLTA se-Provinsi Banten Tahun 2026, Institut Teknologi Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang berdampak. Dari sebuah lapangan basket, para pelajar tidak hanya belajar tentang kompetisi, tetapi juga menemukan inspirasi, membangun mimpi, dan mengenal kampus yang siap mendampingi mereka menjadi generasi inovatif, berkarakter, dan berdaya saing global. Di ITI, setiap langkah menuju prestasi adalah awal perjalanan menuju masa depan.
#InstitutTeknologiIndonesia #ITI #BasketBanten2026 #FutureStartsHere #KampusSwasta
https://dispora.bantenprov.go.id/
https://tangerangselatankota.go.id/
Kuliah di ITI : https://pmb.iti.ac.id/
